BEKASI – Kecelakaan yang melibatkan taksi Green SM di perlintasan kereta api dekat Stasiun Bekasi Timur memicu desakan publik agar pemerintah segera mengaudit perusahaan transportasi asal Vietnam tersebut. Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) malam ini membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) turun tangan dengan membentuk tim khusus.
Tim tersebut dibentuk untuk menginvestigasi aspek legalitas, kelengkapan administrasi, standar keselamatan, hingga kepatuhan operasional armada Green SM.
“Kami telah membentuk tim khusus untuk mendalami keterlibatan taksi Green SM, termasuk sisi perizinan hingga kepatuhan pada ketentuan operasional. Prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Dirjen Perhubungan Darat, Aan, di Jakarta, Selasa (28/4).
Berdasarkan data Siprajab, armada taksi bernomor polisi B 2864 SBX tersebut tercatat memiliki kartu pengawasan yang berlaku hingga 28 Oktober 2026. Meski perusahaan telah mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU), Ditjen Hubdat tetap akan melakukan audit menyeluruh.
Audit akan fokus pada elemen manajemen keselamatan di lapangan, mulai dari kondisi kendaraan, kelaikan pengemudi, hingga sistem operasional. Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi administratif jika ditemukan pelanggaran terhadap regulasi, seperti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 dan PM 117 Tahun 2018.
Rentetan Insiden Green SM
Kecelakaan di Bekasi ini menambah catatan panjang insiden yang melibatkan armada Green SM dalam kurun waktu yang relatif singkat. Sebelumnya, pada 31 Desember 2025, sebuah armada Green SM dilaporkan tertemper kereta di perlintasan sebidang. Insiden serupa juga terjadi pada 10 Oktober 2025 di perlintasan Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, ketika posisi kendaraan terlalu dekat dengan jalur rel saat kereta melintas.
Selain insiden di perlintasan kereta, armada perusahaan ini juga sering dilaporkan terlibat dalam berbagai kecelakaan lalu lintas lain, mulai dari tabrakan dengan kendaraan lain, menabrak objek di jalan, hingga masuk ke dalam parit.
Rentetan peristiwa ini menuai kritik dari masyarakat luas di media sosial yang menuntut ketegasan perusahaan dalam proses rekrutmen dan pelatihan pengemudi.
Tanggapan Pihak Perusahaan
Menanggapi desakan tersebut, pihak Green SM Indonesia melalui akun Instagram resminya @id.greensm menyatakan keprihatinan mendalam atas kecelakaan yang terjadi di Bekasi. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keselamatan melalui pengawasan sistem operasional yang lebih ketat.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan resmi perusahaan.
Pihak Green SM berjanji akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik seiring dengan hasil investigasi yang telah terverifikasi oleh pihak berwenang.










