JAKARTA – Emiten sektor peternakan, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP), resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau *rights issue*. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp20 per lembar.
Langkah korporasi ini akan dieksekusi setelah mendapatkan restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026. Selanjutnya, perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sesuai regulasi, rentang waktu antara persetujuan RUPSLB hingga pernyataan pendaftaran menjadi efektif maksimal adalah 12 bulan.
Manajemen WMPP menjelaskan bahwa dana hasil *rights issue* akan digunakan untuk dua tujuan utama. Pertama, melakukan konversi atas hak tagih pemegang saham dan pemegang *medium term notes* (MTN) menjadi saham. Kedua, sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja perseroan guna memperkuat kegiatan usaha dan operasional.
Strategi konversi utang menjadi saham ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan perusahaan, terutama dengan menekan rasio pinjaman terhadap ekuitas (*debt to equity ratio*).
“Perseroan memperkirakan bahwa rencana penambahan modal ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perusahaan, sekaligus meningkatkan daya saing di industri,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/4/2026).
Meski demikian, manajemen mengingatkan para investor mengenai potensi dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam aksi korporasi tersebut. Apabila pemegang saham tidak melaksanakan hak memesan efeknya, maka persentase kepemilikan saham mereka di perusahaan akan berkurang secara proporsional.
Adapun tahapan pelaksanaan aksi korporasi ini telah disusun secara sistematis. Perseroan telah menyampaikan agenda RUPSLB kepada OJK pada 7 April 2026 dan akan melakukan pemanggilan rapat pada 29 April 2026 sebelum diselenggarakan pada 21 Mei 2026.
*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala risiko yang timbul akibat keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi.*










