JAMBI – PT PLN (Persero) terus mengakselerasi pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai, Jambi, yang terjadi sejak Jumat (22/5).
Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, PLN berhasil memulihkan pasokan listrik bagi 8,3 juta pelanggan dari total 13,1 juta pelanggan yang sempat terdampak. Secara teknis, sebanyak 157 dari 176 gardu induk yang sebelumnya mengalami kendala kini telah kembali beroperasi, dengan total pasokan listrik yang tersalurkan mencapai 3.192 MW.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa gangguan dipicu oleh cuaca buruk pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan frekuensi pada sistem transmisi Sumatra yang memicu efek domino di sejumlah wilayah.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino di sejumlah wilayah,” jelas Darmawan dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5).
Menurut Darmawan, jaringan transmisi yang terganggu telah berhasil dipulihkan dalam waktu dua jam. Fokus utama PLN saat ini adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang terdampak untuk diselaraskan kembali dengan sistem transmisi.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan sistematis. Pembangkit berbasis hidro dan gas dimanfaatkan sebagai respon cepat untuk memulihkan sistem, sementara pembangkit *thermal* seperti PLTU memerlukan waktu 15 hingga 20 jam untuk kembali beroperasi penuh.
Untuk mempercepat normalisasi, PLN mengerahkan ratusan personel yang bekerja selama 24 jam nonstop di berbagai wilayah terdampak, mencakup Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh.
PLN saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar. Darmawan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memulihkan sistem kelistrikan dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keandalan.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini seluruh tim teknis di lapangan bekerja *all out* agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya secara bertahap,” tutupnya.










