DELI SERDANG – Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya pencurian kabel tembaga di kawasan Desa Helvetia, Deli Serdang, saat wilayah Sumatera dilanda pemadaman listrik massal (blackout) pada Jumat, 22 Mei 2026.

Tim Patroli Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumut meringkus seorang terduga pelaku pada Sabtu dini hari. Penangkapan dilakukan saat kondisi lingkungan sekitar masih sepi akibat terhentinya aktivitas warga dampak dari pemadaman listrik.

“Pemadaman listrik serentak dimanfaatkan oleh kelompok pencuri di kawasan perumahan,” ujar Komandan Kompi Batalyon A Pelopor Brimob, Inspektur Satu Rafles Manurung, Minggu, 24 Mei 2026.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Komisaris Besar Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari laporan masyarakat. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sepanjang kawasan perumahan Citra Land Helvetia hingga Simpang Desa Marelan.

“Petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian kabel tembaga bernilai ekonomis,” kata Ferry.

Ia menambahkan, Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Whisnu Hermawan Februanto telah menginstruksikan jajarannya untuk memperketat patroli guna mengantisipasi tindak kriminal selama masa pemadaman listrik. Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Medan Labuhan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri turun tangan menyelidiki penyebab utama blackout yang melumpuhkan sistem kelistrikan Sumatera. Tim khusus diterjunkan ke titik putus saluran udara tegangan tinggi (Sutet) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, Brigadir Jenderal Mohamad Irhamni, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik Polri dan PT PLN (Persero) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Tim telah melakukan olah TKP dan menemukan konduktor Sutet dalam kondisi putus. Barang bukti tersebut kini dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk dianalisis lebih lanjut,” ungkap Irhamni.

Terkait penyebab awal, PLN menyatakan bahwa pemadaman masif ini dipicu oleh cuaca buruk yang berdampak pada kinerja gardu induk dan sistem transmisi di wilayah Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *