CEBU – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional yang lebih adaptif dan berdampak nyata saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).

Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan bahwa solidaritas kawasan merupakan kunci utama bagi negara-negara anggota ASEAN untuk tetap tangguh dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Ia menyoroti urgensi kerja sama yang lebih responsif, terutama dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan bagi masyarakat di kawasan.

Menurut Presiden, meskipun Visi BIMP-EAGA 2035 telah menetapkan arah strategis yang jelas, tantangan terbesar saat ini terletak pada eksekusi atau implementasi di lapangan. Ia memastikan bahwa perlindungan terhadap keselamatan dan mata pencaharian rakyat menjadi prioritas utama.

“BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita. Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat,” tegas Prabowo dalam siaran pers.

Kehadiran Presiden Prabowo di KTT Khusus BIMP-EAGA ini menjadi agenda perdana dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Filipina. Selain berdiskusi dengan para pemimpin negara anggota BIMP-EAGA, Presiden juga melakukan pertemuan bilateral dengan delegasi dari Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas kepemimpinan dan sambutan hangatnya. Ia menilai penyelenggaraan KTT ini sangat krusial mengingat tantangan global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif antarnegara kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *