KEPULAUAN CANARY – Sebanyak 38 warga negara Filipina yang merupakan kru kapal pesiar MV Hondius dilaporkan dalam kondisi stabil meski kapal tersebut tengah menjalani karantina ketat akibat wabah hantavirus. Hingga saat ini, mereka belum menunjukkan gejala terinfeksi virus tersebut.

Juru bicara Departemen Kesehatan Filipina (DOH), Albert Domingo, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau kondisi para kru melalui koordinasi dengan instansi terkait. Merujuk pada aturan kesehatan internasional WHO, para kru asal Filipina tersebut dinyatakan belum ada yang jatuh sakit.

Terkait proses pemulangan atau repatriasi, pihak DOH menegaskan bahwa tanggung jawab penuh berada di tangan operator kapal, yakni Oceanwide Expeditions. Pemerintah Filipina saat ini masih menunggu proses selanjutnya dari pihak perusahaan.

Kapal pesiar MV Hondius diketahui membawa 88 penumpang dan 61 kru yang berasal dari berbagai negara. Kru tersebut terdiri dari 38 orang asal Filipina, serta sisanya berasal dari Ukraina, Belanda, Inggris, dan beberapa negara lain. Sementara para penumpang berasal dari 15 negara berbeda, di antaranya Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, dan Belanda.

Saat ini, tercatat ada 8 kasus hantavirus yang dikaitkan dengan kapal tersebut, di mana tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang umumnya menular melalui paparan urine atau kotoran hewan pengerat, seperti tikus. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, gangguan pencernaan, pneumonia, hingga masalah pernapasan berat.

Kapal tersebut memulai perjalanannya dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dengan rute melintasi sejumlah wilayah terpencil, termasuk Antartika, South Georgia, Tristan da Cunha, hingga Saint Helena.

Wabah mulai menjadi perhatian saat Cape Verde menolak kapal tersebut untuk bersandar sebagai langkah pencegahan penyebaran virus. Setelah sempat terombang-ambing, otoritas Spanyol akhirnya memberikan izin kepada kapal tersebut untuk berlabuh di wilayah Kepulauan Canary dengan alasan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *