LONDON – Arsenal kini berada di ambang juara Premier League setelah mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Burnley di Emirates Stadium, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat The Gunners hanya membutuhkan satu kemenangan lagi pada laga pamungkas melawan Crystal Palace untuk mengakhiri puasa gelar liga sejak 2004.

Gol semata wayang kemenangan Arsenal dicetak oleh Kai Havertz melalui sundulan kepala di babak pertama. Meski begitu, Arsenal bisa saja menyegel gelar juara lebih cepat jika Manchester City gagal meraih poin penuh saat bertandang ke markas Bournemouth.

Menanggapi skenario penentuan gelar tersebut, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Bournemouth. Ia berharap tim asuhan Andoni Iraola tersebut mampu menjegal langkah Manchester City.

“Saya akan menjadi pendukung terbesar yang pernah ada. Kami semua mendukung Bournemouth karena kami tahu apa artinya itu,” ujar Arteta usai pertandingan.

Arteta mengakui bahwa fase penentuan gelar musim ini memberikan tekanan emosional yang luar biasa baginya. Ia bahkan mengaku akan memantau jalannya laga Manchester City melalui layar kaca meski merasa gugup.

“Pekerjaan ini benar-benar menguji saya hingga batas maksimal. Saya berencana menontonnya bersama keluarga, meski saya tidak tahu berapa lama sanggup menyaksikannya,” tambahnya.

Di sisi lain, laga ini menyisakan kekecewaan bagi pelatih interim Burnley, Mike Jackson. Ia memprotes keputusan wasit Paul Tierney yang tidak memberikan kartu merah kepada Kai Havertz menyusul tekel keras terhadap Lesley Ugochukwu pada menit ke-69.

Menurut Jackson, tekel tersebut sangat berbahaya dan seharusnya berbuah pengusiran pemain. Meskipun insiden tersebut sempat ditinjau oleh VAR, wasit tetap tidak memberikan sanksi tambahan kepada Havertz.

“Saya sudah menonton tayangan ulangnya. Tekel itu berbahaya karena membuat kaki lawan terangkat dari tanah. Saya kecewa karena jika saat itu mereka bermain dengan sepuluh orang, situasi pertandingan bisa berubah dalam 20 menit tersisa,” sesal Jackson.

Selain menyoroti keputusan wasit, Jackson juga mengakui keunggulan Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati. Ia menyebut detail kecil tersebut menjadi pembeda kualitas antara tim papan atas dengan tim lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *