Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun kepada para pemegang saham. Angka tersebut setara dengan 20 persen dari total laba bersih yang diraih perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sebesar Rp32,81 per lembar saham. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (5/5/2026).

“Pemegang saham menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 sebesar 20 persen atau senilai Rp1.513.547.655.988,” ujar Anggoro.

Ia menjelaskan, dividen tersebut nantinya akan dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan (*recording date*).

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar 80 persen atau sekitar Rp6,05 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat modal perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,56 triliun. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,02 persen secara *year on year* (yoy).

Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada berbagai lini pendapatan utama. Pendapatan dari jual beli tercatat tumbuh 8,2 persen (yoy) menjadi Rp14,51 triliun, sementara pendapatan bagi hasil melonjak signifikan sebesar 26,5 persen (yoy) menjadi Rp10,12 triliun.

Selain itu, BSI juga berhasil mencatatkan pendapatan imbalan jasa perbankan sebesar Rp4,63 triliun pada tahun 2025, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 25,9 persen (yoy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *