PADANG – Proses naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia memasuki babak baru. Dua dari lima nama pemain diaspora yang diproyeksikan untuk membela skuad Garuda telah terungkap ke publik, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Keduanya dikabarkan menjadi kloter pertama yang akan menjalani proses naturalisasi di bawah arahan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan matang menyambut gelaran Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari mendatang.
Informasi mengenai rencana naturalisasi ini awalnya diungkapkan oleh Staf Khusus Kemenkum, Noor Korompot. Setelah sempat merahasiakan identitas para pemain, Noor akhirnya membocorkan dua nama yang kini masuk dalam radar PSSI.
Mitchell Baker merupakan striker berusia 19 tahun yang memiliki rekam jejak impresif di Amerika Serikat. Pemain muda ini sebelumnya tercatat sebagai penggawa Georgetown University di NCAA dan berhasil terpilih oleh Colorado Rapids dalam MLS SuperDraft 2026. Ia diproyeksikan untuk memperkuat skuad muda Timnas Indonesia.
Sementara itu, nama Luke Vickery sudah tidak asing bagi pencinta sepak bola tanah air. Penyerang yang bermain untuk klub kasta tertinggi Liga Australia, Macarthur FC, ini bahkan telah menyatakan ketertarikan secara terbuka untuk berseragam Merah Putih.
Luke Vickery lahir di Hawaii pada 25 Oktober 2005 dan memiliki darah Indonesia yang berasal dari sang nenek kelahiran Medan, Sumatra Utara. Sepanjang musim 2025/2026, ia tampil gemilang bersama Macarthur FC dengan catatan tujuh gol dan tiga assist dari 30 pertandingan di berbagai kompetisi.
Noor Korompot menegaskan bahwa kehadiran Vickery dan Baker disiapkan untuk agenda terdekat Timnas Indonesia. Keduanya diharapkan sudah bisa bergabung dalam laga FIFA Matchday periode Juni 2026, di mana skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026.
Hingga saat ini, publik masih menantikan pengumuman resmi dari PSSI terkait proses rekrutmen pemain diaspora tersebut. Rencana naturalisasi ini menjadi bagian dari strategi besar John Herdman untuk memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia menuju panggung internasional.








