MAKASSAR – Sutrawati Kaharuddin (52), ibunda dari relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Angga Parasadewa (32), memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membebaskan anaknya yang diduga ditahan oleh militer Israel.
Andi Angga merupakan salah satu dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan misi kemanusiaan di perairan internasional menuju Gaza. Ia tergabung dalam kelompok aktivis Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
“Saya memohon kepada Bapak Presiden Prabowo untuk menyelamatkan anak saya. Dia bukan teroris, dia hanya membawa bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk warga Palestina,” ujar Sutrawati saat ditemui di Makassar, Selasa (19/5).
Sutrawati menjelaskan, putranya berangkat melalui jalur laut dari Marmaris Cruise Port, Turki, bersama puluhan kapal dalam misi kemanusiaan internasional. Namun, sebelum mencapai tujuan, rombongan kapal tersebut dikabarkan dicegat oleh pasukan Israel.
Komunikasi terakhir dengan Andi Angga terjadi pada pukul 15.00 WITA. Setelah waktu tersebut, pesan WhatsApp yang dikirimkan Sutrawati hanya menunjukkan status centang satu.
Sebelum kehilangan kontak, Andi sempat berpesan kepada adiknya mengenai risiko yang mungkin dihadapi di tengah laut. Ia menyatakan jika dirinya tidak bisa dihubungi, berarti ia telah membuang ponselnya ke laut sebagai langkah antisipasi.
“Dia bilang ke adiknya, sampaikan ke Bunda agar jangan kaget jika tidak bisa dihubungi. Ternyata tak lama setelah itu, beredar video dugaan penangkapan rombongan kapal tersebut,” ungkap Sutrawati dengan suara bergetar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tujuh WNI yang diduga ditahan oleh militer Israel dalam misi tersebut, yakni:
1. Thoudy Badai (Jurnalis) – Kapal Ozgurluk
2. Rahendro Herubowo – Kapal Ozgurluk
3. Bambang Noroyono (Jurnalis) – Kapal Boralize
4. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis) – Kapal Ozgurluk
5. Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef
6. Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro
7. Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro
Hingga saat ini, pihak keluarga terus berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah diplomatik yang cepat untuk memastikan keselamatan para relawan tersebut.










