YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menculik rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus, Mediterania Timur.

Rombongan tersebut diketahui membawa sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas liputan.

Haedar menegaskan bahwa tindakan militer Israel tersebut merupakan bentuk politik kekerasan yang merugikan banyak pihak. Ia menilai langkah tersebut sangat tidak berdasar karena para aktivis maupun jurnalis dalam rombongan tersebut tidak memiliki agenda politik apa pun.

“Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi yang menggunakan kekerasan. Jurnalis dan aktivis kemanusiaan tidak punya kepentingan politik apa pun, jadi kami berharap Israel tidak membabi buta dalam menghadapi situasi terkait Palestina,” ujar Haedar di Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Selasa (19/5).

Lebih lanjut, Haedar mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah tegas. Menurutnya, perilaku sewenang-wenang Israel yang kini menyasar pihak-pihak pengusung misi perdamaian dan kemanusiaan tidak boleh dibiarkan.

“PBB harus bertindak. Israel sudah berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat Gaza, dan kini juga melakukan hal yang sama terhadap pihak yang membawa misi kemanusiaan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *