SEOUL – Drama Korea *Perfect Crown* yang dibintangi oleh IU dan Byeon Woo Seok kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Drama yang semula populer ini menuai kecaman keras dari penonton di Korea Selatan setelah episode ke-11 yang tayang pada 15 Mei 2026 dinilai menyajikan akurasi sejarah dan budaya yang keliru.
Berikut adalah sejumlah poin krusial yang memicu kontroversi dalam drama tersebut:
1. Perdebatan Akurasi Budaya Pasca Episode 11
Tayangan episode 11 memicu gelombang kritik di berbagai forum daring dan media sosial. Para penonton, yang dikenal sebagai *Knetz*, secara aktif membedah setiap adegan dan membandingkannya dengan catatan sejarah Dinasti Joseon yang sesungguhnya.
2. Penggunaan Istilah “Cheonse” yang Dinilai Sensitif
Adegan penobatan Raja Yi An menjadi sorotan karena penggunaan istilah “Cheonse” (seribu tahun) oleh para pejabat kerajaan. Publik menilai seharusnya digunakan istilah “Manse” (sepuluh ribu tahun). Penggunaan “Cheonse” dianggap merendahkan kedaulatan kerajaan karena istilah tersebut secara historis lebih identik dengan kerajaan bawahan.
3. Ketidaksesuaian Detail Mahkota Kerajaan
Karakter Raja Yi An yang diperankan Byeon Woo Seok terlihat mengenakan mahkota dengan sembilan untaian dalam adegan penobatan. Kritikus sejarah berargumen bahwa seorang raja dari negara berdaulat wajib menggunakan mahkota dengan dua belas untaian, mengingat jumlah tersebut merupakan penanda hierarki yang sangat ketat di era Joseon.
4. Adegan Daebi Mama yang Melanggar Etiket
Penonton merasa janggal melihat adegan di mana Daebi Mama (Ibu Suri) berlutut kepada Raja Yi An. Secara hierarki, posisi Ibu Suri sangat dihormati di era Joseon, sehingga adegan tersebut dianggap menyalahi aturan tata krama kerajaan yang berlaku saat itu.
5. Pengaruh Budaya Tiongkok dalam Ritual Teh
Selain masalah kerajaan, adegan minum teh juga memicu protes. Penonton menyoroti penggunaan nampan dan tata letak peralatan teh yang dianggap terlalu menyerupai budaya Tiongkok. Hal ini dinilai tidak etis karena drama sejarah menuntut akurasi otentik pada budaya aslinya.
6. IU dan Byeon Woo Seok Menyampaikan Permintaan Maaf
Akibat tekanan publik yang terus membesar, IU dan Byeon Woo Seok akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf. Meskipun mendapat apresiasi atas sikap tanggung jawabnya, banyak penggemar menilai bahwa kekeliruan fatal ini seharusnya menjadi tanggung jawab penuh tim produksi dalam melakukan riset sejarah.
*
FAQ Seputar Kontroversi Drakor Perfect Crown
Apa kontroversi utama drakor Perfect Crown?
Drama ini menuai kritik tajam karena dinilai tidak akurat dalam menyajikan detail budaya dan hierarki kerajaan era Joseon.
Kenapa ucapan “Cheonse” di Perfect Crown dipermasalahkan?
Istilah “Cheonse” dianggap kurang tepat untuk simbol negara berdaulat dan dinilai merendahkan martabat kerajaan jika dibandingkan dengan istilah “Manse”.
Apakah IU dan Byeon Woo Seok ikut meminta maaf?**
Ya, kedua pemeran utama tersebut telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah kontroversi ini menjadi perbincangan luas.










