JAKARTA – Kabar duka menyelimuti dunia militer dan pemerintahan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, tutup usia pada Minggu (31/5) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah disemayamkan di rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, jenazah dijadwalkan akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Senin (1/6).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, menjelaskan bahwa rangkaian penghormatan terakhir akan diawali dengan upacara persemayaman di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
“Jenazah almarhum akan disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika pada Senin pagi. Upacara persemayaman akan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan sebagai Inspektur Upacara,” ujar Rico.
Sosok Prajurit Berdedikasi
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang pada 21 April 1950. Ia merupakan menantu dari Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno. Sepanjang karier militernya, ia dikenal sebagai sosok yang strategis.
Lulusan Akabri tahun 1974 ini meniti karier cemerlang dengan menjabat berbagai posisi krusial, mulai dari Pangdam V/Brawijaya, Pangdam Jaya, Panglima Kostrad, hingga menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Ryamizard dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019.
Duka Cita Tokoh Bangsa
Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi sejumlah tokoh nasional. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, hadir melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jusuf Kalla mengenang Ryamizard sebagai perwira tinggi dengan prestasi luar biasa, khususnya saat bekerja sama dalam penyelesaian konflik Aceh dan penanganan tsunami Aceh.
Senada dengan hal tersebut, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia menyebut Ryamizard sebagai sosok prajurit negarawan yang teguh pada prinsip dan memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa.
“Beliau menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut kepada negara. Sikap hidup dan pengabdiannya merupakan cerminan seorang patriot sejati,” ungkap Megawati.










