JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp5,92 triliun. Keputusan ini diambil setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, Kamis (16/4).
Berdasarkan hasil rapat tersebut, emiten yang bergerak di sektor alat berat dan pertambangan ini menetapkan dividen sebesar Rp1.663 per lembar saham. Sekretaris Perusahaan United Tractors, Ari Setiawan, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini berasal dari laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp14,8 triliun.
Jumlah total dividen tersebut sudah mencakup dividen interim sebesar Rp567 per saham atau setara Rp2,06 triliun yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 24 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp1.096 per saham akan segera didistribusikan.
Manajemen menjadwalkan pembayaran sisa dividen bagi pemegang saham yang tercatat pada *recording date* 28 April 2026, dengan waktu pencairan pada 18 Mei 2026. Ari menambahkan bahwa total dividen final nantinya masih dapat berubah menyesuaikan jumlah saham yang beredar, seiring dengan program *buyback* saham yang saat ini masih berjalan.
Di sisi lain, laporan keuangan UNTR menunjukkan penurunan kinerja sepanjang 2025. Perusahaan membukukan laba bersih Rp14,8 triliun, atau turun 24 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,5 triliun.
Penurunan laba ini dipicu oleh melemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan akibat tingginya curah hujan. Selain itu, kinerja segmen batu bara termal dan metalurgi juga tertekan oleh penurunan harga jual komoditas tersebut.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih konsolidasian UNTR pada 2025 terkoreksi tipis 2 persen menjadi Rp131,3 triliun dari Rp134,4 triliun pada tahun sebelumnya. Selain penurunan pendapatan, beban operasional perusahaan juga mengalami kenaikan, di mana beban penjualan membengkak menjadi Rp1,59 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp6,04 triliun.










