JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026). Pergerakan pasar saham domestik saat ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global serta dinamika ekonomi dalam negeri.
Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), IHSG sempat mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,22% ke level 6.971,95 dengan peningkatan volume transaksi. Penguatan tersebut sejalan dengan tren positif di mayoritas bursa Asia yang didorong oleh rilis data inflasi Indonesia yang melandai dan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.
Meski begitu, pasar masih dibayangi tekanan pada saham-saham tertentu. Salah satu pemicunya adalah koreksi signifikan pada saham GOTO pasca-terbitnya peraturan presiden yang mengatur hubungan antara aplikator dan pengemudi.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang *support* 6.917-6.923 dan *resistance* 7.033-7.244. Pelaku pasar kini menanti sejumlah data penting, di antaranya rilis produk domestik bruto (PDB) Indonesia, perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Secara teknikal, indikator pasar menunjukkan IHSG berada dalam kondisi *oversold* dan berpotensi untuk *rebound*. Namun, sinyal dari indikator *Relative Strength Index* (RSI) dan *Stochastics* masih menunjukkan tekanan negatif.
Para investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham. Fokus utama sebaiknya diberikan kepada emiten dengan fundamental yang solid, harga yang tergolong *undervalued*, serta menunjukkan indikasi pembalikan arah atau *reversal*. Penerapan manajemen risiko yang disiplin sangat dianjurkan untuk menghadapi dinamika pasar saat ini.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, beberapa saham yang dapat dicermati antara lain SRTG di kisaran harga Rp1.865-Rp1.955, PTBA di rentang Rp3.020-Rp3.120, serta SMGA di area Rp108-Rp113.










