ISLAMABAD – Pemerintah Iran menyatakan kegagalan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dalam perundingan di Islamabad, Pakistan, sebagai konsekuensi dari minimnya rasa saling percaya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut suasana negosiasi yang berlangsung selama satu hari tersebut dipenuhi oleh kecurigaan mendalam akibat konflik yang terjadi dalam 40 hari terakhir.

Baqaei menjelaskan bahwa ketegangan dipicu oleh tindakan Amerika Serikat dan Israel yang dinilai telah memicu eskalasi konflik sebanyak dua kali dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir. Atmosfer penuh keraguan ini menjadi hambatan utama dalam proses diplomasi kedua negara.

Dalam perundingan tersebut, berbagai isu krusial dibahas secara mendalam, mulai dari keamanan Selat Hormuz, program nuklir, reparasi perang, hingga upaya pencabutan sanksi ekonomi. Baqaei mengungkapkan bahwa meski ada kemajuan pada beberapa poin, perbedaan pandangan pada dua hingga tiga isu inti membuat kesepakatan final belum dapat dicapai.

Ia menekankan bahwa keberhasilan diplomasi di masa depan akan bergantung sepenuhnya pada keseriusan pihak lawan. Iran menuntut agar pihak lawan tidak mengajukan tuntutan yang dianggap tidak sah serta bersedia menghormati hak dan kepentingan sah negara tersebut. Delegasi Iran dilaporkan telah meninggalkan Islamabad pasca-perundingan tanpa adanya kepastian mengenai jadwal perundingan lanjutan.

Di sisi lain, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa perundingan selama 21 jam tersebut menemui jalan buntu karena Iran menolak persyaratan yang diajukan oleh Washington.

Vance menegaskan bahwa AS tetap memegang posisi tegas terkait isu nuklir. Pihaknya menuntut komitmen tertulis dan transparan dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir maupun sarana pendukung yang dapat mempercepat perolehan kapabilitas nuklir militer.

“Kami belum mencapai kesepakatan, dan menurut saya, ini adalah kabar yang lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujar Vance kepada wartawan sebelum bertolak meninggalkan Islamabad.

Pemerintah Iran dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut sebagai tuan rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *