JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan puluhan ribu personel gabungan untuk mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang akan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026. Pengamanan ekstra dilakukan untuk memastikan aksi unjuk rasa berjalan kondusif.
Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Dekananto Eko Purwono, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperkuat deteksi dini dan meningkatkan koordinasi lintas fungsi. Personel di lapangan diminta waspada terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk kemungkinan adanya penyusupan oleh provokator atau kelompok yang tidak relevan dengan kepentingan buruh.
Selain itu, aparat kepolisian juga akan bersinergi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk mengawal acara *May Day Fiesta* di kawasan Monas. Sterilisasi area dilakukan guna menjamin keamanan selama kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menekankan agar seluruh petugas tetap humanis dalam mengawal massa. “Ini saudara-saudara kita, jadi jangan sampai mudah terprovokasi,” tegas Budi.
Diketahui, peringatan May Day besok akan terbagi menjadi dua lokasi utama. Kelompok Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan. Perwakilan Gebrak, Sunarno, menyebutkan sekitar 10 ribu massa akan hadir dengan tema “May Day bersama Rakyat”.
Sunarno menegaskan, aksi kelompoknya berbeda dengan acara di Monas. Ia mengkritik perayaan di Monas yang menurutnya sarat dengan narasi *mainstream* dan kooptasi kekuasaan.
Di sisi lain, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memastikan pihaknya akan memusatkan perayaan *May Day Fiesta* di kawasan Monas bersama Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya memprediksi jumlah massa yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai 100 ribu orang.










