JAKARTA – Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, mengonfirmasi adanya tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan Israel terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan. Bukti kekerasan tersebut terungkap melalui video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah relawan yang ditangkap diperlakukan dengan kasar oleh pasukan Israel. Salah satu potongan gambar memperlihatkan seorang relawan wanita asal Irlandia yang sedang meneriakkan “Free Palestine” dijambak rambutnya dan dipaksa bersujud oleh aparat keamanan.
Maimon, yang saat ini berada di Turki, membenarkan bahwa sosok wanita dalam video tersebut adalah rekannya yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan ke Gaza. Ia hadir secara virtual dalam konferensi pers GPCI di Jakarta, Rabu (20/5).
“Video kekerasan itu benar terjadi. Salah satu perempuan yang berteriak ‘Free Palestine’ lalu rambutnya dijambak dan kepalanya didorong ke bawah itu adalah sahabat saya dari Irlandia,” tegas Maimon.
Meski demikian, Maimon belum dapat mengidentifikasi seluruh relawan yang menjadi korban kekerasan dalam video tersebut lantaran wajah mereka tertutup. Ia hanya memastikan adanya seorang politisi asal Italia di antara mereka yang ditangkap.
Maimon mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai cerminan dari tindakan brutal Israel terhadap para aktivis kemanusiaan. “Pertanyaannya apakah kekerasan itu terjadi? Ya, terjadi karena memang begitulah Israel. Kita harus tahu mereka jauh lebih brutal,” ucapnya.
Terkait keberadaan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut serta dalam rombongan relawan tersebut, Maimon menyatakan pihaknya belum bisa memastikan kondisi maupun keberadaan mereka.
“Bagaimana dengan WNI? Sampai saat ini saya tidak bisa memastikan apakah 9 sahabat kita ada di antara mereka yang diperlakukan tidak baik tersebut,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak Global Sumud Flotilla terus berupaya melakukan langkah diplomasi dan advokasi untuk mempercepat pembebasan seluruh relawan yang ditahan oleh otoritas Israel.










