SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) resmi menebar dividen jumbo kepada para pemegang saham. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya, Rabu (6/5/2026), Bank Jatim memutuskan untuk membagikan dividen dengan *yield* mencapai 9,6%.

Angka *dividend yield* tersebut tergolong fantastis karena setara dengan empat kali lipat suku bunga deposito perbankan yang saat ini berada di kisaran 2,6% hingga 2,75% per tahun.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan bahwa perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp 850,17 miliar. Jumlah ini setara dengan 55% dari total laba bersih tahun buku 2025.

“Dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 56,62 per lembar saham,” ujar Winardi dalam keterangannya.

Nilai pembagian dividen tahun ini tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp 54,71 per saham. Dengan harga saham BJTM di level 590 pada perdagangan Kamis (7/5/2026), kebijakan dividen ini menjadikan saham perseroan kian menarik bagi investor pemburu imbal hasil di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Konsistensi kenaikan dividen selama lima tahun terakhir menjadi daya tarik utama bagi investor. Tercatat, Bank Jatim terus memberikan apresiasi kepada pemegang saham sejak tahun buku 2021 hingga 2025.

Kinerja Keuangan Positif

Pembagian dividen yang besar didukung oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Aset konsolidasian Bank Jatim tumbuh 42,93% secara tahunan (*year on year*) menjadi Rp 168,85 triliun.

Sementara itu, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat naik 24,8% menjadi Rp 1,61 triliun. Untuk kinerja *bank only*, aset tumbuh 3,7% menjadi Rp 105,8 triliun dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, selaku wakil pemegang saham pengendali, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai Bank Jatim berhasil menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan menjaga kualitas aset di tengah tantangan industri perbankan.

Perubahan Susunan Pengurus

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah perubahan nomenklatur jabatan direksi untuk penyegaran organisasi, di antaranya:

* Direktur Keuangan & Tresuri
* Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan
* Direktur Ritel & Syariah
* Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi

Selain perubahan nama jabatan, pemegang saham menyetujui pengangkatan Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Di jajaran komisaris, Moh. Nasih diangkat sebagai Komisaris Independen, sementara posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kini dijabat oleh Abdullah Syamsul Arifin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *