HALMAHERA UTARA – Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian tiga pendaki yang hilang pascaerupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Hingga hari kedua operasi, petugas terkendala medan ekstrem dan tingginya aktivitas vulkanik.

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, mengungkapkan bahwa tim telah mendeteksi keberadaan dua pendaki warga negara asing (WNA). Posisi keduanya terpantau berada sekitar 20-30 meter dari bibir kawah utama.

“Mengingat kondisi medan yang berat dan aktivitas vulkanik yang meningkat, evakuasi belum bisa dilakukan. Kami harus menyusun strategi yang matang demi menjamin keselamatan personel,” ujar Hentje dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2026).

Sementara itu, satu pendaki lainnya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, Gunung Dukono mengalami beberapa kali erupsi sejak Sabtu dini hari. Erupsi tersebut ditandai dengan lontaran lava pijar serta kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian 3.000 meter di atas puncak gunung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa aktivitas pendakian di Gunung Dukono sebenarnya sudah dilarang sejak April 2026. Larangan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara Nomor 556/061 karena intensitas kegempaan yang tinggi.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi pembatasan aktivitas di kawasan rawan bencana, terutama pada gunung api yang berstatus Level II (Waspada) dan Level III (Siaga).

Daftar gunung api tersebut antara lain Gunung Lewotobi Laki-Laki, Raung, Gamalama, Marapi, Merapi, Semeru, Bur Ni Telong, Banda Api, Sorik Marapi, Karangetang, Ile Lewotolok, Sinabung, Lokon, Rinjani, Dempo, Ibu, Slamet, Soputan, Tambora, Anak Krakatau, Kerinci, Bromo, Awu, Sangeang Api, dan Iya.

Saat ini, sinergi antara pemerintah daerah, PVMBG, BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi Gunung Dukono guna mendukung kelancaran operasi pencarian serta memastikan keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *