BEKASI – Korlantas Polri mengungkapkan penyebab kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026) malam. Insiden tragis tersebut dipicu oleh kendaraan taksi yang mengalami korsleting listrik tepat di tengah perlintasan.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa taksi Green SM Indonesia tersebut mogok akibat kendala elektrik di perlintasan rel Ampera.

“Kecelakaan ini diakibatkan oleh korsleting pada kendaraan taksi listrik tersebut saat melintas di perlintasan rel Ampera,” ujar Sandhi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Sandhi menambahkan, tabrakan tidak terelakkan karena adanya dugaan kesalahan koordinasi petugas di lapangan. Informasi mengenai hambatan di perlintasan tidak tersampaikan secara akurat kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek.

“Kurangnya koordinasi membuat informasi tidak tersampaikan menyeluruh atau akurat kepada masinis. Saat itu, KA Argo Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan cukup tinggi, yakni 110 kilometer per jam, sehingga tabrakan terjadi di area Stasiun Bekasi Timur,” ungkapnya.

Guna mendalami insiden ini, pihak kepolisian kini menggunakan teknologi *Traffic Accident Analysis* (TAA). Metode ini digunakan untuk merekonstruksi kronologi kecelakaan secara digital, baik sebelum, saat, maupun setelah kejadian, demi mengungkap adanya unsur pidana dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

Sementara itu, data terbaru dari Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden ini. Sebanyak 10 jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati dan masih dalam proses identifikasi.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pihaknya terus berupaya mencocokkan data dari keluarga korban dengan jenazah yang telah dievakuasi. Hingga siang ini, tujuh keluarga telah melaporkan data diri mereka ke RS Polri Kramat Jati.

“Saat ini terdapat 10 jenazah di RS Polri Kramat Jati yang masih dalam proses identifikasi karena identitasnya belum diketahui. Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk memastikan identitas seluruh korban,” tutur Budi.

Ia menambahkan, lima korban meninggal lainnya saat ini berada di rumah sakit berbeda. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko antemortem di RS Polri Kramat Jati agar proses identifikasi berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *