JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau *stock split* dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini dilakukan di tengah tren pelemahan harga saham emiten sektor migas tersebut sejak awal tahun 2026.
Melalui *stock split* ini, nilai nominal saham RAJA yang semula Rp 25 per lembar akan berubah menjadi Rp 5 per lembar. Dengan demikian, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari 4,22 miliar lembar menjadi 21,13 miliar lembar saham.
Manajemen RAJA menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan harga nominal yang lebih terjangkau, perusahaan berharap partisipasi investor ritel akan meningkat sehingga basis pemegang saham menjadi lebih luas.
“Perusahaan berencana melaksanakan *stock split* dengan mempertimbangkan praktik yang lazim di pasar modal serta dalam rangka meningkatkan kualitas perdagangan saham perusahaan di BEI,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Secara historis, aksi *stock split* sering kali menjadi sentimen positif yang mampu mendorong harga saham menjelang periode pelaksanaannya. Hal ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap saham yang memiliki valuasi lebih terjangkau.
Berdasarkan jadwal yang direncanakan, persetujuan pemegang saham akan dimintakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Juni 2026. Akhir perdagangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 13 Juli 2026, sementara perdagangan dengan nilai nominal baru akan dimulai pada 16 Juli 2026.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai langkah ini akan membuat valuasi saham RAJA menjadi lebih menarik dan likuid. Ia menyarankan investor untuk mencermati fundamental perusahaan, mengingat RAJA kini tengah agresif melakukan ekspansi.
Saat ini, RAJA sedang merampungkan akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG) senilai US$ 38,57 juta. Selain itu, melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), perseroan juga tengah memproses akuisisi SMS Development Limited dengan nilai transaksi mencapai US$ 141,21 juta.
Ekspansi ini mencakup sektor hulu migas hingga infrastruktur gas. Berdasarkan prospek tersebut, Nafan memberikan rekomendasi *add* untuk saham RAJA dengan target harga di level Rp 5.175 per saham.
Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis (13/5/2026), saham RAJA ditutup menguat 5,52% ke posisi Rp 4.400 per saham. Meski demikian, sepanjang tahun berjalan (year-to-date), harga saham tersebut masih terkoreksi sekitar 30,16%.










