NEW YORK – Kabar pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu optimisme investor di bursa Wall Street, yang berujung pada lonjakan signifikan indeks saham pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (17/4/2026).

Indeks Nasdaq Composite yang sarat dengan saham teknologi melesat 365,78 poin atau 1,52% ke level 24.468,48. Kenaikan ini menandai penguatan selama 13 hari berturut-turut, rekor terpanjang sejak tahun 1992.

Senada dengan Nasdaq, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 868,71 poin atau 1,79% ke posisi 49.447,43. Sementara itu, indeks S&P 500 juga menguat 84,78 poin atau 1,20% ke level 7.126,06.

Sentimen positif di pasar modal dipicu oleh langkah Iran yang membuka kembali jalur vital Selat Hormuz bagi kapal komersial. Keputusan ini diambil menyusul tercapainya perjanjian gencatan senjata di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui unggahan di media sosial X, mengonfirmasi bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz kini sudah sepenuhnya terbuka.

Respons pasar semakin menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan segera menggelar pembicaraan dengan Teheran. Trump optimistis kedua negara dapat mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Pembukaan jalur air yang krusial bagi energi global ini berdampak langsung pada harga minyak mentah AS yang anjlok lebih dari 11%. Penurunan harga komoditas ini sekaligus meredakan kekhawatiran pasar terhadap ancaman inflasi global.

CEO Crossmark, Bob Doll, menilai bahwa progres menuju kesepakatan akhir antara AS dan Iran telah berhasil menekan kecemasan investor terkait perlambatan ekonomi dunia.

Meski kesepakatan resmi antara kedua negara belum diteken, Doll melihat situasi geopolitik saat ini sudah memberikan sinyal positif yang cukup kuat untuk mendorong gairah di pasar keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *