JEMBER – Anggota DPRD Jember dari Partai Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah video dirinya diduga bermain gim sambil merokok saat rapat resmi viral di media sosial. Politikus muda tersebut mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan yang dinilai tidak pantas bagi seorang wakil rakyat.

Permintaan maaf disampaikan Syahri melalui sebuah video singkat yang beredar pada Rabu malam (13/5/2026). Langkah ini diambil setelah ia sempat bungkam dan tidak merespons berbagai upaya konfirmasi dari awak media terkait polemik tersebut.

Dalam video tersebut, putra dari mantan anggota DPR RI Fadil Muzakki Syah ini mengakui bahwa tindakannya merupakan bentuk kekhilafan. Ia memohon maaf kepada masyarakat Jember, Ketua Umum Partai Gerindra, serta DPP Partai Gerindra atas kegaduhan yang terjadi.

“Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf. Semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya,” ujar Syahri dalam pernyataannya.

Terkait konsekuensi, Syahri menegaskan siap menerima sanksi disiplin, baik dari internal partai maupun dari pihak DPRD Jember. Ia mengaku sebagai anak muda yang masih memiliki banyak kekurangan dan berjanji untuk tidak mengulangi perilaku serupa di masa depan.

Sebelumnya, aksi Syahri terekam dalam video saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember pada Senin (11/5/2026). Dalam rapat yang membahas isu krusial seperti stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi, hingga program Universal Health Coverage (UHC) tersebut, ia tampak tidak fokus dan justru bermain gim serta merokok di dalam ruangan.

Tindakan tersebut memicu kritik tajam dari publik karena dianggap tidak beretika, terutama mengingat rapat tersebut membahas masalah kesehatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menanggapi polemik yang kian membesar, DPP Partai Gerindra bertindak cepat. Syahri dijadwalkan menjalani sidang pemeriksaan di Mahkamah Partai pada Jumat (15/5/2026). Pemanggilan ini merupakan bentuk evaluasi internal partai terhadap perilaku kadernya yang telah mencoreng citra institusi wakil rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *