BLITAR – Kereta Api (KA) Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di perlintasan sebidang (JPL) 190, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (28/4) malam pukul 21.35 WIB.
Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat truk mogok saat berada tepat di tengah perlintasan kereta api. Meski palang pintu telah tertutup, posisi truk yang melintang tidak memungkinkan masinis untuk menghentikan laju kereta secara maksimal.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa masinis sempat berupaya melakukan pengereman. Namun, karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tak terelakkan. Petugas JPL 190 sebelumnya telah berupaya memberikan aba-aba semboyan sebagai peringatan adanya halangan di rel.
“Sopir truk sempat turun saat melihat kereta mendekat. Jarak yang terlalu dekat membuat pengereman maksimal tidak tercapai sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujar Tohari.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Baik penumpang kereta, awak sarana, maupun sopir truk dipastikan selamat.
Proses evakuasi truk dari jalur rel berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB. Akibat benturan, lokomotif mengalami kerusakan pada sistem pengereman yang sempat menghambat perjalanan.
“Sistem pengereman lokomotif sudah bisa diatasi pada pukul 22.35 WIB. Kereta kemudian kembali mundur ke Stasiun Blitar untuk menjalani perbaikan lebih lanjut,” jelasnya.
Tohari mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Ia menegaskan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu, bukan alat pengaman utama.
“Masyarakat wajib berhenti terlebih dahulu, menengok ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas. Utamakan keselamatan dengan mematuhi rambu-rambu stop, terutama saat sirene sudah berbunyi,” tutupnya.










