PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati angkat bicara terkait klaim tersangka pencabulan santriwati, Asyhari, yang mengaku sebagai keturunan nabi kepada para korbannya. Pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo tersebut dilaporkan sering menggunakan narasi tersebut untuk memengaruhi para santri.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menegaskan bahwa penyidik saat ini tidak mendalami klaim spiritual tersangka. Pihaknya memilih untuk fokus pada pembuktian unsur pidana dalam kasus kekerasan seksual yang menjerat pelaku.
“Soal kabar tersangka sebagai keturunan nabi, kami tidak menanyakannya. Kami saat ini lebih fokus pada perkara pidananya,” ujar Dika, Selasa (5/5).
Dika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Ia memastikan jajarannya berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional.
“Kami meminta masyarakat untuk percaya kepada kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.
Di sisi lain, proses penyidikan kini terkendala keberadaan tersangka. Asyhari mangkir dalam jadwal pemeriksaan perdana sebagai tersangka yang dijadwalkan pada Senin (4/5). Hingga saat ini, pihak keluarga maupun penasihat hukum tersangka mengaku tidak mengetahui keberadaannya dan kesulitan untuk menghubunginya.









