WASHINGTON – Gencatan senjata selama 10 hari antara kelompok Hizbullah di Lebanon dan Israel resmi berlaku mulai Kamis (9/4/2026). Langkah ini menjadi angin segar bagi upaya perdamaian yang lebih luas, menyusul sinyal positif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi kesepakatan akhir dengan Iran dalam waktu dekat.
Trump mengungkapkan optimisme bahwa pertemuan lanjutan dengan Iran dapat terlaksana pada akhir pekan ini. Presiden AS tersebut menyebut Teheran telah menunjukkan kesediaan untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun, sebuah poin krusial yang sempat dibahas dalam perundingan di Islamabad.
“Kita hampir mencapai kesepakatan. Jika ini terwujud, harga minyak, inflasi, dan risiko bencana nuklir akan turun drastis,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026 akibat serangan AS-Israel ke Iran telah memicu krisis energi global dan lonjakan harga minyak dunia. Eskalasi semakin meluas ke Lebanon pada 2 Maret, saat Hizbullah melancarkan serangan sebagai bentuk dukungan kepada Teheran. Data menunjukkan setidaknya 2.000 warga Lebanon tewas, bersama belasan tentara Israel dan tiga penjaga perdamaian asal Indonesia.
Di lapangan, suasana sempat tegang beberapa jam sebelum gencatan senjata. Israel melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon, sementara Hizbullah membalas dengan serangan roket ke wilayah Israel. Namun, tepat tengah malam, dentuman roket perayaan terdengar di seluruh penjuru Beirut, menandai dimulainya jeda pertempuran.
Terkait program nuklir, Washington telah mengusulkan penghentian seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun. Di sisi lain, Teheran menuntut pencabutan sanksi internasional. Meski masih ada perbedaan mendasar, terdapat indikasi kompromi dari Iran terkait penanganan persediaan uranium yang diperkaya tinggi (HEU).
Upaya mediasi terus digencarkan oleh Pakistan. Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, dilaporkan telah tiba di Teheran untuk membahas masalah-masalah krusial guna mengamankan kesepakatan permanen. Salah satu target utama dari negosiasi ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang krusial bagi pasokan energi global.
Trump menyatakan telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk rencana pertemuan di Gedung Putih. Ia juga telah menunjuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk mengawal proses perdamaian abadi di kawasan tersebut.
Meski gencatan senjata telah dimulai, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap dalam posisi siaga. Pihak Washington dikabarkan menawarkan pencabutan sanksi dan pencairan aset Iran senilai miliaran dolar sebagai insentif jika kesepakatan final dapat tercapai. Sebaliknya, Iran menuntut jaminan keamanan dari PBB agar tidak ada serangan susulan dari AS maupun Israel di masa depan.










