JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait keputusannya mencopot sejumlah pejabat di Kabinet Merah Putih. Langkah tegas ini diambil menyusul temuan adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program pemerintah.
Prabowo menegaskan bahwa keputusan mengganti pejabat yang tidak kompeten bukan perkara mudah. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada integritas dan kualitas pemimpinnya.
“Pemimpin yang baik akan menghasilkan organisasi yang baik. Sebaliknya, organisasi akan menjadi buruk jika dipimpin oleh orang yang tidak kompeten, tidak jujur, atau tidak benar,” ujar Prabowo dalam acara yang dihadiri oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) serta para mitra program, Rabu (3/6).
Dalam mengambil kebijakan tersebut, Prabowo mengaku selalu memegang teguh pesan mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo. Pesan itu selalu menjadi kompas baginya saat harus mengambil keputusan sulit di tengah keraguan.
“Pesan ayah saya selalu saya ingat: kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” tegas Presiden.
Mantan Menteri Pertahanan ini pun memberikan peringatan keras bahwa negara tidak akan menoleransi pihak mana pun yang menyalahgunakan amanah rakyat. Ia berkomitmen untuk memperkuat kapasitas lembaga pengawasan serta aparat penegak hukum guna mengawal seluruh program pemerintah agar berjalan tepat sasaran.
“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Tidak ada pengecualian bagi siapa pun,” pungkasnya.










