JAKARTA – Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, merespons positif apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap peran PDIP sebagai partai di luar pemerintahan. Andreas menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan partainya selama ini merupakan bentuk tanggung jawab untuk memberikan pandangan alternatif demi perbaikan bangsa.
Respon tersebut disampaikan Andreas menanggapi pernyataan Presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF), Rabu (20/5).
“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas apresiasinya. PDIP memang menempatkan diri di luar pemerintahan untuk menjalankan fungsi sebagai penyeimbang dengan memberikan kritik-kritik konstruktif,” ujar Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Andreas, kritik dari PDIP bertujuan memberikan *second opinion* atau sudut pandang lain agar kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang benar. Ia menilai Prabowo memahami bahwa masukan tersebut didasari oleh pertimbangan rasional demi kepentingan nasional, bukan sekadar sentimen politik.
“Beliau menyadari bahwa banyak hal yang memerlukan pandangan dari PDI Perjuangan. Kami melihat ini secara rasional, bahwa kritik-kritik tersebut dimaksudkan untuk kebaikan pemerintahan,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam pidato di Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap sikap PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan. Meski mengaku sempat merasa “pilu” saat menerima kritik tajam dari fraksi PDIP, Prabowo mengakui bahwa masukan tersebut menjadi bahan refleksi yang berharga bagi pemerintahannya.
“Setiap pemimpin harus mau dikritik dan diawasi. Terkadang kritik dari anggota PDIP sangat keras, tapi saya sadar, sebetulnya mungkin ada dasarnya,” ungkap Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap kritik. Baginya, peringatan yang disampaikan pihak lain merupakan bentuk kepedulian yang justru membantu pemerintah untuk tetap menjalankan roda pemerintahan dengan lebih baik.
“Ada pepatah, kalau orang memperingatkan kita, kita tidak suka. Namun, sebetulnya dia sedang menyelamatkan kita,” pungkas Prabowo.










